Pada awalnya blog ini membahas tentang listrik dan elektronika, namun setelah sekian lama vakum kini hadir lagi dengan pembahasan yang lebih luas. Semoga bisa memberikan manfaat untuk semua pengunjung.
Translate this page ( Terjemahkan halaman ini )
Cari Blog Ini
Senin, 06 Januari 2014
Mengukur atau mengates elco menggunakan AVO meter.
Mengukur atau mengates elco menggunakan AVO meter.
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Pengunjung semuanya,tidak bosan bukan ? Sebuah materi kembali akan kita bahas.
Sebenarnya tujuan daripada pengukuran kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco adalah untuk mengetahui keadaan daripada kapasitor / kondensator itu apakah bocor atau rusak atau masih baik. Dan nilai kapasitor/ kondensator elektrolit atau Elco bisa kita baca pada badannya. Selanjutnya langkah-langkah pengujian kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco ini adalah sebagai berikut :
1. Pertama-tama putarlah saklar multimeter pada posisi R (R x 1) atau sesuai dengan yang kita kehendaki.
2 Multimeter boleh distel pada nol Ohm atau tidak.
3. Kabel yang hitam ditempelkan pada kaki (+) dan kabel yang merah ditempelkan pada kaki (-) kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco.
4. Kemudian selanjutnya perhatikanlah gerakan jarum multimeter pada skala :
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan kembali ke kiri (seperti semula) berarti kapasitor / kondensator baik.
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan kembali ke kiri tetapi tidak penuh berarti kapasitor / kondensator itu setengah rusak atau aus.
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan berhenti maka kapasitor / kondensator itu bocor.
- Bila jarum itu tidak bergerak sama sekali maka berarti kapasitor / kondensator itu sudah putus sama sekali.
Tapi dalam prakteknya sering tidak sesuai dengan teori. Diukur bagus tapi ternyata harus diganti agar perangkat bisa normal.
Demikian materi kali ini semoga mudah di pahami dan bisa bermanfaat di kemudian hari.
Amiin.
Wassalam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Terbanyak dikunjungi 7 hari terakhir.
-
Cara memasang dan menyambung tone contrtol pada ampli. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Marilah kita bahas tentang cara p...
-
Data pin flyback BSC 59HI pada televisi Polytron tabung 21". Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Para pengunjung blog...
-
Suara mendesis di bagian dalam pesawat televisi. Kemungkinan terbesar adalah adanya kebocoran tegangan ekstra tinggi. Assalamu'alaikum...
-
Data pin IC HBT 00-02G pada TV Polytron tabung 21". Assalamu'alaikum warohnatullohi wabarokatuh. Pengunjung blog yang budiman t...
-
Menggunakan satu antena penerima untuk dua buah televisi. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Selamat datang bagi pengunju...
-
Assalamu alaikum wr. wb Fungsi boester antena tv . Fungsi booster pada antena tv adalah sebagai penguat sinyal dari antena menuju ke pesa...
-
MCB listrik trip atau jegleg (bahasa jawa) saat tivi mulai dihidupkan. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Pengunjung yang ...
-
Cara menbaca gelang resistor berdasarkan warna gelang atau cincinnya. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Selamat berjumpa ...
-
Besarnya tegangan pada blok-blok televisi. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Pengunjung yang budiman, kali ini Maswar Ser...
-
Memperbaiki televisi merk Polytron yang mati total . Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Para pengunjung yang budiman jumpa...
Arsip Blog
-
▼
2014
(25)
-
▼
Januari
(10)
- Mengenal relay dan cara kerjanya.
- Televisi selalu mati setelah sekitar 15 menit diny...
- Menggunakan satu antena penerima untuk dua buah te...
- Salah satu penyebab transistor horizontal sering j...
- Lampu darurat atau emergency lamp.
- DVD dan VCD genarasi baru mati total.
- Pengertian toleransi pada resistor.
- Tips menyesuaikan nilai tertulis dengan kode warna.
- Mengukur atau mengates elco menggunakan AVO meter.
- Hal-hal penting dalam membeli resistor.
-
▼
Januari
(10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar