Translate this page ( Terjemahkan halaman ini )

Cari Blog Ini

Selasa, 04 Juni 2013

Cara memasang dan menyambung tone control pada ampli.

Cara memasang dan menyambung tone contrtol pada ampli.

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Marilah kita bahas tentang cara pemasangan atau penyambungan tone control pada ampli atau amplifier rakitan kita sendiri. Tone control atau pengatur nada merupakan salah satu bagian pokok dari sebuah unit amplifier. Jika tanpa tone control maka belum bisa dikatakan amplifier, jadi bisa dikatakan tone control sebagai syarat syahnya ampli. Mungkin begitu atau gimana yaa ?


Kali ini Maswar Servis tidak membahas secara khusus sebuah tone control tertentu, akan tetapi secara umum tentang tone control dan cara penyambungannya.

Sumber tegangan untuk tone control

Ada tone control yang menggunakan komponen aktif berupa IC ada juga yang menggunakan transistor dan semuanya bisa digunakan. Ada yang membutuhkan tegangan - dan + saja ada pula yang membutuhkan tegangan simetris ( -,+ dan 0 ) dan kita menyesuaikan sumber tegangan yang sesuai dengan permintaan beban.

Pada amplifier dengan daya kecil dengan tegangan kerja power 12 volt , tegangan tone control bisa diambilkan dari power suply yang sama, tetapi jika daya yang agak besar dan tegangan kerja power amplifiernya lebih besar dari tegangan kerja tone control maka perlu power suply atau regulator tersendiri untuk tone controlnya. Sebagai contoh power amplifier memakai tegangan 35 volt, sedangkan tegangan kerja tone control 12 volt maka dapat ditambahkan IC 7812 sehingga didapat tegangan stabil 12 volt untuk mensuply tone control.

Penyambungan output tone control.

Terminal out put tone control disambungkan dengan input power amplifier. Jika memungkinkan tempelkan PCB tone control dengan PCB power, atau usakan kabel sambungan sependek mungkin. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi efek dengung setelah amplifier jadi. Jika antara tone control dan power sama-sama mono atau stereo itu sudah jelas tinggal menyambungkannya. Tapi jika tidak sama, misalnya tone controlnya mono sedangkan powernya stereo, maka output yang mono bisa dipasang resistor 2k2 dua buah yang dicabangkan lalu masuk ke input power. Nilai R tidak mutlak dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Penyambungan input.

Titik input tone control disambungkan ke soket RCA jika tidak ada rangkaian tambahan. Tapi jika ada tambahan misalnya galaksi atau yang lain, maka input tone control disambungkan ke output rangkaian sebelumnya.

Pemasangan pada box.

Jika lubang tempat potensio jaraknya sesuai dengan tata letak potensio meter di PCB maka bisa langsung dimasukkan dan tanpa menggunakan kabel, tapi jika tidak sesuai dan harus menggunakan kabel maka pakailah kabel skerm dan diusahakan jangan terlalu panjang. Posisikan PCB sekitar dua centimeter diatas dasar box dan jika memungkinkan letakkan agak jauh dari trafo. Setelah terpasang, antar body potensiometer disambung dengan kabel dan digroundkan pada body box. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terlalu menimbulkan dengung yang merupakan hal klasik pada ampli rakitan.

Demikianlah postingan yang bisa Maswar Servis bagi pada kesempatan ini, semoga bermanfaat. Amiin

Wassalam.

Terbanyak dikunjungi 7 hari terakhir.

Penayangan bulan lalu